Self awareness atau kesadaran diri adalah kemampuan untuk mengenali, memahami, dan mengevaluasi diri sendiri secara objektif, mulai dari pikiran, perasaan, emosi, sifat, kelebihan, hingga kekurangan diri sendiri. Secara sederhana dapat diartikan sebagai kemampuan memahami diri sendiri secara baik dan menyeluruh.
Riset Gitnux, menyebutkan bahwa 95% orang merasa bahwa dirinya self-aware (sadar diri), namun hanya sekitar 10-15% yang benar-benar memiliki self awareness. Memiliki self awareness yang baik selain dapat meningkatkan kualitas hidup, juga mempengaruhi kesuksesan karir.
Saat bekerja, self awareness memiliki banyak manfaat, yakni membuat pekerjaan menjadi lebih efektif, menciptakan hubungan baik, dan membantu mengatasi tantangan kerja. Jadi, mulai sekarang kembangkan self awareness untuk mewujudkan potensi terbaik di dalam diri. Dengan demikian kita, dapat memahami bagaimana menjadi orang yang lebih sadar dan memberikan nilai positif pada pekerjaan dan lingkungan.
Berikut strategi membentuk self awareness untuk kemajuan karir:
1. Eksplorasi kepribadian diri
Eksplorasi kepribadian diri berarti mengenal lebih banyak tentang diri sendiri, mulai dari potensi, minat, bakat, hingga kelemahan dan kekurangan diri saat bekerja. Memahami kepribadian diri secara baik, berarti menjadi tahu apa saja yang harus diperbaiki dan dipelajari. Selain itu, kita juga menjadi tahu kapan harus menerapkan kelebihan dalam situasi yang tepat, sekaligus juga tahu kapan dan situasi seperti apa kita butuh bantuan orang lain untuk mengatasi kekurangan kita.
Jika diperlukan kita dapat melakukan tes kepribadian dengan meminta bantuan mentor atau coach untuk memberikan perspektif eksternal sehingga dapat memahami diri sendiri dengan lebih baik. Selain melakukan tes kepribadian, kita juga bisa melakukan analisis dari setiap hasil pekerjaan, apakah berjalan baik dan lancar atau sebaliknya. Dengan memahami kepribadian diri sendiri, kita juga melatih diri melakukan refleksi sikap, perilaku, dan karakteristik, yang pada akhirnya membuat kita menjadi individu yang lebih baik.
2. Evaluasi dan refleksi diri
Melakukan evaluasi atas setiap keberhasilan dan kegagalan juga dapat membantu meningkatkan self awareness. Kita bisa meluangkan waktu secara rutin untuk melakukan evaluasi dan refleksi diri. Hal ini bisa dimulai dari mencatat atau merenung apa saja yang dilakukan, bagaimana itu bisa terjadi, dan apa yang masih membutuhkan peningkatan. Dengan melakukan evaluasi secara rutin kita dapat memantau setiap keberhasilan maupun kegagalan yang sudah terjadi, sehingga ketika dihadapkan pada situasi yang serupa kita menjadi lebih siap.
3. Menerima umpan balik atau feedback
Agar self awareness dapat meningkat, kita juga bisa meminta umpan balik atau feedback yang diberikan orang lain tanpa bersikap defensive. Menerima umpan balik dapat memberikan kita pengetahuan terkait diri sendiri dari sudut pandang atau persepsi yang berbeda. Seringkali dalam menilai diri sendiri kita terlalu bergantung pada satu sudut pandang saja sehingga menjadi tidak objektif. Selain itu, saran yang diberikan orang lain juga bisa menjadi peluang untuk belajar menjadi lebih baik lagi kedepannya. Salah satu cara mengembangkan hal ini adalah dengan saling terbuka terhadap umpan balik dari rekan kerja dan atasan, seperti melakukan diskusi terbuka mengenai aspek pribadi dan profesional.
4. Keluar dari comfort zone
Berani keluar dari comfort zone dan melakukan sesuatu yang belum pernah dilakukan atau dicoba menjadi salah satu cara meningkatkan self awareness. Keluar dari zona nyaman, berarti kita menempatkan diri dalam situasi baru yang belum pernah dicoba. Hal ini akan memaksa diri sendiri untuk mengenali potensi, batas, kekuatan, dan kemampuan tersembunyi yang sebelumnya tidak disadari. Sehingga kita dapat belajar, tumbuh, dan lebih mengenal siapa diri kita sebenarnya. Bahkan passion dapat muncul saat kita berani mencoba keluar dari zona nyaman. Kita merespon dengan cara yang berbeda dan menemukan hal lain tentang diri sendiri yang sebelumnya tidak disadari.
5. Menulis jurnal
Menulis jurnal secara teratur juga menjadi salah satu cara untuk meningkatkan self awareness. Menulis jurnal membantu kita untuk lebih mengenali dan memahami pola pikiran, tindakan, perasaan, dan emosi diri sendiri. Saat menulis kita dapat menyalurkan dan mencurahkan semua emosi, baik itu perasaan positif ataupun negatif. Menulis jurnal juga membantu mendokumentasikan pemikiran dan perasaan sehingga dapat mengidentifikasi pola perilaku diri sendiri. Dengan demikian, kita belajar membaca emosi diri sendiri, mengerti hal apa yang memicu emosi, ajang introspeksi diri, dan mengevaluasi reaksi tentang berbagi hal yang dialami. Saat menulis kita juga dapat menulis harapan atas hidup kita kedepannya, kemudian belajar dari catatan tersebut.
Leave A Comment