Melatih Kecerdasan Emosional di Tempat Kerja

Kecerdasan emosional atau emotional quotient (EQ) menjadi salah satu skill yang penting dikuasai untuk sukses berkarir. EQ membantu kita menghadapi tantangan emosional sehari-hari. Memiliki kecerdasan emosional yang tinggi dapat menjadikan seseorang untuk lebih mengenal, memahami, serta mengelola emosi secara efektif dalam berbagai situasi.

Orang yang memiliki kecerdasan emosi yang baik dikenal sebagai orang yang sehat secara mental. Mampu menghadapi tekanan kerja, lebih produktif, dan memiliki hubungan baik dengan semua orang di lingkungan kerjanya.

Berikut ini cara meningkatkan kecerdasan emosional dalam bekerja:

1. Latih pengendalian diri

Dalam kecerdasan emosional, pengendalian diri sangat dibutuhkan terutama saat menghadapi situasi sulit dan tidak terduga, seperti konflik, stres, atau tekanan kerja. Dengan berlatih pengendalian diri, kita dapat bertindak secara tepat dalam menghadapi berbagai situasi yang kompleks dan bersikap sewajarnya terhadap semua emosi yang dirasakan.

Namun, perlu diingat pengendalian diri bukan berarti menekan atau menahan emosi, tapi tahu kapan dan bagaimana mengekspresikan emosi secara tepat. Meskipun tidak mudah, karena tidak semua orang punya kontrol atas semua emosi yang dirasakan, sebisa mungkin untuk tetap bersikap wajar terhadap semua situasi emosional yang menghampiri.

2. Mengenali emosi diri sendiri

Memahami dan mengenali emosi diri sendiri secara baik dan akurat merupakan hal yang penting untuk meningkatkan kecerdasan emosional. Mengenal emosi diri sendiri bisa dimulai dari memahami jenis emosi yang dirasakan atau dialami, apakah sedang marah, sedih, bahagia, malu, dan lain sebagainya. Amati dan perhatikan setiap perubahan emosi, suasana hati, dan pola perilaku dari waktu ke waktu agar lebih paham dan mengenal karakter emosi diri sendiri.

Salah satu cara mengenali emosi diri sendiri yaitu, melakukan refleksi diri. Luangkan waktu secara rutin untuk bertanya pada diri sendiri apa yang sedang dirasakan saat ini, atau apa yang dirasakan setelah menghadapi situasi emosional. Renungkan bagaimana kita bereaksi saat itu, apakah reaksi yang lakukan tepat atau tidak, lalu apa yang bisa diperbaiki untuk kedepannya. Dengan demikian, kita dapat memahami apa saja yang memicu emosi tersebut dan mengelolanya dengan lebih baik. Jadi, mulai sekarang coba untuk lebih sadar akan perasaan yang muncul dari dalam diri sendiri.

3. Hindari bersikap reaktif

Bersikap reaktif berarti merespon situasi secara impulsif, tanpa pikir panjang dan cenderung emosional, serta mengabaikan dampak jangka panjang. Apalagi jika dihadapkan pada situasi sulit yang memicu emosi dan merusak suasana hati, kita cenderung bersikap reaktif. Namun, untuk meningkatkan kecerdasan emosional bersikap reaktif harus dihindari. Bersikap reaktif tidak dapat menyelesaikan masalah, bahkan bisa menyulut masalah-masalah baru.

Untuk menghindari bersikap reaktif kita perlu melatih diri melakukan teknik relaksasi, seperti menarik napas dalam-dalam atau meminum segelas air untuk membuat pikiran lebih jernih dan tenang.  Dengan tidak bersikap reaktif, kita dapat menjaga hubungan yang lebih baik, membuat keputusan yang lebih rasional, dan mengelola konflik secara efektif.

4. Berpikir positif dan terbuka

Memiliki pemikiran yang positif dan terbuka menjadi salah satu aspek yang dapat membantu meningkatkan dan melatih kecerdasan emosional. Meskipun tidak mudah untuk berpikir positif saat emosi menguasai diri, kita wajib untuk mencobanya. Cara seseorang berpikir dan bertindak dalam menghadapi setiap situasi dapat menentukan tingkat kecerdasan emosionalnya.

Selain itu, memiliki pemikiran yang positif dan terbuka juga dapat memudahkan kita untuk maju dan berkembang. Contoh, saat menerima kritik atau saran dari orang lain, orang yang cerdas secara emosional cenderung menerima masukan tersebut, dan menjadikannya sebagai peluang untuk belajar dan berkembang.

5. Bangun budaya kerja yang positif dan mendukung

Melatih kecerdasan emosional di tempat kerja juga dapat dilakukan dengan cara membangun budaya dan lingkungan kerja yang positif. Budaya kerja yang positif dan saling mendukung, merupakan poin penting yang mempengaruhi kecerdasan emosional seseorang saat bekerja. Membangun budaya kerja yang positif dapat dimulai dari membangun komunikasi terbuka, meningkatkan empati dan dukungan, serta belajar manajemen konflik yang baik. Terciptanya lingkungan dan budaya kerja yang ideal dapat membuat para pekerja merasa dihargai, didukung, dan termotivasi untuk memberikan yang terbaik dan meningkatkan kepercayaan diantara para pekerja.

Apa Itu Interpersonal Skill? Apa Saja Aspeknya?

Interpersonal skill adalah keterampilan individu untuk berinteraksi, berkomunikasi, dan membangun hubungan secara efektif dengan orang lain dalam berbagai keadaan dan situasi. Hal ini melibatkan kemampuan memahami, menghormati, dan merespons perasaan, pandangan, dan kebutuhan orang lain.

Interpersonal skill memainkan peran kunci untuk membangun hubungan yang baik antar individu, sehingga dapat menciptakan lingkungan kerja yang positif dan mendukung pertumbuhan profesional.

Berikut ini lima aspek interpersonal skills yang penting dimiliki di dunia kerja:

1. Komunikasi

Komunikasi merupakan salah satu jenis interpersonal skill yang paling penting dikuasai. Memiliki kemampuan komunikasi yang baik dapat membantu berinteraksi atau berhubungan dengan orang-orang yang berada di tempat kerja. Selain itu, komunikasi juga berguna untuk menyampaikan ide, mengutarakan pendapat atau perasaan, dan memberikan atau menerima instruksi dengan tepat.

Hal yang perlu diperhatikan saat berkomunikasi di tempat kerja adalah jenis komunikasi apa yang efektif digunakan, apakah secara verbal, non-verbal, atau tertulis. Menentukan jenis komunikasi yang tepat sangat bermanfaat agar informasi yang disampaikan dapat tersampaikan dengan baik, sehingga komunikasi yang dilakukan menuju arah yang benar.

2. Mendengarkan

Mendengarkan merupakan salah satu jenis interpersonal skill yang sama pentingnya dengan berbicara. Walaupun terkesan remeh dan sering diabaikan, kemampuan mendengarkan penting untuk dikuasai. Menjadi pendengar yang baik, memungkinkan kita memahami masalah atau kebutuhan orang lain dengan baik, sehingga menciptakan kepercayaan dan hubungan baik di tempat kerja.

Untuk menjadi pendengar yang baik, kita harus tahu kapan harus diam, menyimak, dan kapan harus memberi respon. Dengan mendengarkan sepenuh hati dan tidak memotong perkataan, ini menunjukkan kita menghargai apa yang mereka katakan.

3. Empati

Salah satu cara termudah untuk berhubungan baik dengan orang lain, dengan menunjukan empati. Tanpa empati, pasti sulit memahami orang lain. Baik itu atasan, teman kerja, atau bahkan klien. Empati berarti mampu memahami apa yang dirasakan atau dibutuhkan orang lain, dan membawa suasana yang positif dimanapun berada.  

4. Kolaborasi atau kerjasama

Kolaborasi adalah proses kerja yang mengharuskan kita untuk bekerjasama dan berinteraksi dengan orang lain untuk menghasilkan gagasan atau ide. Kemampuan kolaborasi merupakan salah satu keterampilan penting, yang mendorong kita untuk bekerjasama dengan orang lain secara efektif. Kemampuan kolaborasi juga menawarkan berbagai manfaat, salah satunya mendorong produktivitas kerja dan membina hubungan yang sehat antar rekan kerja. Hal terpenting dalam berkolaborasi adalah membuang ego pribadi, dengan demikian orang lain menjadi terbuka dan percaya untuk menjalin hubungan dengan kita.

Yuk Cari Tahu Apakah Kamu Termasuk Orang yang Mudah Beradaptasi?

Di Tengah kemajuan dunia kerja yang semakin dinamis, kemampuan adaptasi menjadi salah satu kompetensi dan soft skill yang penting dimiliki saat ini. Skill ini juga banyak dicari dan bisa menjadi nilai tambah di mata perekrut. Karyawan yang mudah beradaptasi biasanya cenderung lebih mudah menyesuaikan diri dengan perubahan, tantangan, dan situasi baru di dunia kerja. Mereka juga lebih terbuka terhadap ide atau hal baru, mudah menyesuaikan diri dengan berbagai situasi, dan mampu menyelesaikan masalah dengan tenang.

Tahukah kamu? Orang yang memiliki kemampuan adaptasi yang baik menunjukkan beberapa ciri khas diantaranya:

1. Fleksibel

Orang yang mudah beradaptasi biasanya merupakan orang yang fleksibel. Mereka termasuk orang yang tidak kaku dan mudah menerima perubahan. Mereka bersedia dan tidak takut mengubah rencana atau perspektif ketika dihadapkan dengan informasi baru atau situasi yang tidak terduga. Dengan cepat menyesuaikan diri saat ada perubahan tanpa kesulitan. Sehingga lebih berani mencoba hal baru dan tidak takut untuk keluar dari zona nyaman.

2. Memiliki rasa ingin tahu yang tinggi

Memiliki rasa ingin tahu yang tinggi juga merupakan salah satu ciri orang yang mudah beradaptasi. Mereka senang belajar banyak hal atau keterampilan baru agar bisa menunjang kemampuan mereka untuk menyesuaikan diri dengan keadaan apapun. Selalu mencari tahu hal-hal baru di lingkungan sekitar mereka. Mereka juga tidak malu untuk terus menerus bertanya dan mempertahankan sifat penasaran atau rasa ingin tahunya.

3. Terbuka terhadap kritikan

Ciri orang yang adaptif selanjutnya adalah terbuka terhadap kritikan atau saran orang lain. Ketika mendapatkan kritikan, mereka bisa menjadikan kritikan tersebut sebagai masukan yang membangun. Dibanding terpuruk, mereka justru memanfaatkan kritikan sebagai kesempatan untuk perbaikan diri, terus belajar, dan berkembang. Mereka juga memberikan umpan balik positif terhadap kritikan orang lain.

4. Berani mengambil resiko                                          

Orang yang mudah beradaptasi memiliki sifat eksploratif dan cenderung berani mencoba segala hal baru. Setidaknya sekali sebelum memutuskan apakah itu sesuai dengan mereka atau tidak. Mereka siap keluar dari zona nyaman dan mengambil resiko di hadapannya. Bahkan keluar dari zona nyaman membuat mereka lebih bersemangat menjelajahi tantangan baru dalam kehidupan.

5. Bersikap proaktif

Orang yang adaptif cenderung memiliki sikap proaktif. Mereka memiliki inisiatif tinggi dan tidak hanya menunggu instruksi. Mereka akan mencari tahu keterampilan atau pengetahuan apa yang diperlukan agar bisa menghadapi perubahan. Dengan memiliki sikap ini, mereka cenderung lebih siap menghadapi perubahan dan mau mencari solusi. Hal ini juga memudahkan mereka untuk beradaptasi.

Nah itulah beberapa ciri orang yang mudah beradaptasi dengan perubahan. Apakah kamu termasuk? Yang paling penting ketika dihadapkan pada perubahan kita tidak langsung menolaknya sebab perubahan pasti terjadi. Yang harus dilakukan adalah mulai mencoba dan memahami perubahan serta mencari cara untuk menyesuaikan diri agar dapat ikut berkembang di masa depan.

Top Tips Sukses dalam Assessment Center

1. Temukan apa yang menjadi kelebihan Anda.

2. Ketahuilah bahwa kegiatan-kegiatan dalam Assessment Center adalah kesempatan untuk mempelajari diri sendiri dengan lebih baik.

3. Bersiaplah dengan beragam tipe alat tes.

4. Terimalah bahwa Anda tidak selalu dapat tampil dalam performa terbaik di setiap alat yang diberikan kepada Anda. Jangan terganggu dan teruslah berusaha yang terbaik untuk setiap tes yang dijalani.

5. Dalam beberapa tes yang lebih kompleks, menganalisis dan mengolah informasi adalah ketrampilan kunci yang dibutuhkan dalam banyak pekerjaan.

6. Baca, analisis, dan bertindak secara cepat dalam setiap tes.

7. Ingat! Anda telah melakukan yang terbaik hingga bisa sampai di tahap ini, jadi berpikir positif dan be confident.

Mengenal Lebih Jauh EPPS

Oleh Ardiningtiyas P.

Salah satu alat tes yang seringkali digunakan dalam rekrutmen calon pegawai dikenal dengan nama Edwards Personal Preference Schedule (EPPS). Dalam psikotes atau tes psikologis, alat ini seringkali menjadi salah satu yang dipakai untuk mengukur (mengungkap) 15 motif/kebutuhan personal (khas) melalui 225 item berpasangan.

Anda akan diminta untuk memilih yang paling sesuai dengan diri sendiri. Secara singkat, Anda bisa mencermati kebutuhan-kebutuhan yang akan diungkap dalam EPPS, diantaranya,kebutuhan untuk menyelesaikan tugas dengan baik/optimalmenuruti/menyesuaikan diri dengan norma atau menundanyamembuat perencanaan dan pengelolaan (teratur)menjadi pusat perhatian dalam kelompok memiliki otonomi atas tanggung jawab dan kewajibannya sendirimenjalin interaksi sosial yang lekat, menganalisa perilaku atau perasaan orang lain, menerima support dari orang lainmemimpin dan mempengaruhi orang lainmenerima kesalahan dan mengakui pada orang lain, dll.

Hasil EPPS akan membentuk grafik yang menunjukkan apakah Anda memiliki kecenderungan kuat di kebutuhan achievement, nurturance, endurance atau lainnya. Dari sini, tentu Anda sudah bisa memperkirakan, jurusan A di ITB membutuhkan orang-orang seperti apa? Untuk lingkup teknik, biasanya diperlukan orang-orang yang memiliki endurance kuat, achievement (kalau ini semua), autonomy, order. Sejumlah 225 item ditujukan untuk mendapatkan gambaran kepribadian Anda.

Pertanyaan ‘jawaban apa agar bisa diterima’ tidak berlaku untuk psikotest (termasuk EPPS). Sebab, tes ini bukan mengukur ‘apa yang dipelajari, namun untuk mendapatkan gambaran diri agar bisa optimal melakukan aktivitas (belajar – bekerja). Asumsinya, seseorang akan menampilkan performa terbaik ketika berada di lingkungan dan melakukan aktivitas yang menyenangkan juga membuat nyaman. Kesulitan akan menjadi tantangan untuk terus dipelajari dan dijawab.

Persiapkan fisik dan mental dengan cara beristirahat cukup sebelum tes. Mood jelek dan kondisi fisik yang kurang fit dapat mempengaruhi pengerjaan psikotes. Mengerjakan psikotet seperti mengeluarkan ‘seluruh’ diri yang dapat melelahkan mental. Mungkin bisa saja ada yang akan memanipulasi dengan memilih jawaban yang terlihat baik. Jawaban ini disebut ‘social desirability‘ dan telah memiliki antisipasinya. Jika jawaban Anda cenderung membentuk ‘faking good‘ maka akan dianggap tidak valid atau tidak dapat digunakan. Psikotes juga akan menggunakan lebih dari satu instrumen untuk mendapatkan gambaran yang lebih akurat tentang diri Anda. So, be yourself 🙂

Dikutip dari www.konsultankarir.com

Tips Menjawab Tes Kepribadian/Personality Test

Kuesioner atau inventor kepribadian digunakan untuk mengukur ciri-ciri atau standar tertentu pada seseorang yang berpengaruh terhadap unjuk kinerja di tempat kerja. Kepribadian Anda akan tercermin melalui respon-respon dari jawaban tes atau kuesioner. Hasil akhirnya merupakan indikator penting seberapa cocok Anda dengan pekerjaan yang ditawarkan. Beberapa kuesioner atau tes kepribadian dirancang khusus untuk mengukur kecerdasan, minat, atau ketrampilan dalam pekerjaan-pekerjaan tertentu.

Penilaian kepribadian melibatkan respons Anda terhadap serangkaian item pertanyaan. Jawaban yang diperoleh digunakan untuk menyusun profil kepribadian Anda. Sehingga, jawaban Anda merupakan dasar untuk menunjukkan kepribadian. Kriteria kepribadian yang digunakan untuk kecocokan pekerjaan biasanya meliputi, kestabilan emosi, kepercayaan diri, kerjasama, kepekaan, ketrampilan komunikasi, dll.

Dalam kuesioner tes kepribadian tidak ada jawaban benar salah, karena tidak ada kepribadian yang salah. Untuk itu, kiat utama dalam menjawab kuesioner atau tes kepribadian adalah bersikap jujur. Tidak perlu berpura-pura menjadi pribadi lain. Agar semua berjalan lancar, tidak dibuat-buat, saat menjawab kuesioner atau tes kepribadian sebaiknya:

Menjawab semua pertanyaan dengan jujur, sesuai diri sendiri. Anda juga pasti tidak ingin mendapatkan pekerjaan tersebut tetapi ternyata tidak sesuai dengan Anda yang sebenarnya bukan. Untuk menjawab jujur, Anda perlu mengenali kelebihan dan keterbatasan diri Anda  dengan baik. Berpikir positif mengenai diri sendiri. Ingat, ada banyak pekerjaan yang dapat dikerjakan dengan sukses oleh orang-orang dengan karakter pribadi yang berbeda-beda. Jadi yakinlah dengan diri Anda. Terakhir, sebelum memulai menjawab kuesioner atau tes kepribadian berdoalah.  Jika ini yang terbaik untuk Anda, pasti Anda akan dapatkan.

Bagaimana Cara Berlatih Soal Numerik?

Latihan soal psikometri yang bersifat matematik atau numerik akan berhasil baik jika materi yang ada dirancang sedemikian rupa sesuai dengan tes yang sesungguhnya. Ada baiknya Anda mencoba hal-hal berikut ini:

1. Berlatih tanpa batas waktu dan dalam keadaan santai. Tujuannya adalah untuk memahami pertanyaan, mencari cara pemecahan, serta meningkatkan kecepatan dan kepercayaan diri dalam menjawab soal.

2. Berlatih dalam waktu yang sangat terbatas seperti test tes yang sesungguhnya.Tujuannya untuk membiasakan diri dengan situasi yang sesungguhnya. Latihan ini menghindari Anda dari kesalahan karena tekanan situasi. Sebaiknya melakukan tiga kali tes uji coba.

3. Biasakan diri untuk melatih menjawab satu soal dalam waktu 45 detik.

4. Pastikan latihan soal tes yang Anda gunakan tidak ketinggalan zaman.

5. Jadwal latihan sebaiknya meliputi hal-hal berikut ini; mempelajari gambaran test tes, mencari soal-soal sejenis, berlatih soal sesuai kemampuan Anda, membiasakan diri menghadapi tes uji coba dengan waktu yang terbatas, dan mengulangi uji coba pada bagian yang Anda sering melakukan kesalahan.

Tujuh Trik Persiapan Menghadapi Tes Psikometri

Orang yang tidak siap, berarti mempersiapkan kegagalan demikian sebuah pribahasa berbunyi. Demikian juga dalam menjalani psikotes/tes psikometri. Untuk berhasil Anda perlu mempersiapkan diri sebelumnya. Persiapan apa yang sebaiknya Anda lakukan. Inilah tujuh langkah persiapan menghadapi psikotes/tes psikometri.

1. Tetapkan waktu untuk melakukan latihan menjawab soal-soal. Terutama untuk tes numerik. Semakin banyak Anda berlatih menjawab soal, semakin terlatih otak dan tangan dalam menghitung atau mengasosiasikan kata.

2. Kumpulkan bahan latihan soal yang cukup. Banyak buku yang dapat membantu Anda dalam berlatih test tes ini.

3. Mulailah program latihan Anda. Sangat baik bagi Anda memiliki pengalaman menjawab soal dibanding menjawab soal tanpa latihan sama sekali. Anggaplah ini sebagai sarana untuk menghadapi tes yang sesungguhnya.

4. Pastikan Anda mengetahui jenis tes yang Anda hadapi. Untuk psikotes yang dilakukan dari pagi hingga sore hari dipastikan Anda akan menghadapi berbagai tipe tes. Mulai dari tes kecerdasan hingga wawancara.

5. Selalu motivasi diri Anda sendiri. Saat berlatih, fokuskan juga diri Anda untuk memperbaiki kelemahan.

6. Tantang diri Anda untuk mengerjakan latihan soal hingga selesai dan lanjutkan ke bagian yang lebih sulit. Dengan demikian Anda memiliki banyak referensi bentuk tes test yang akan berguna bagi Anda.

7. Gunakan strategi yang jitu saat tiba hari-H. Misal, datang minimal 15 menit sebelum mulai. Cermati contoh soal dan instruksi yang diberikan. Sadar akan kondisi sekitar, termasuk sisa waktu yang tersedia.

Definisi Istilah-Istilah Tes Psikologis

Seringkali kita dibingungkan dengan istilah-istilah yang digunakan untuk mengukur mental atau aspek psikologis, baik dalam proses rekrutmen ataupun promosi. Dibawah ini dijelaskan secara ringkas apa yang dimaksudkan dengan istilah-istilah tersebut:

Ability (Kemampuan): sejauhmana seorang individu menunjukkan kapasitasnya dalam menggunakan ketrampilan/kecakapan tertentu. Ability seringkali mengacu pada aptitude dan attainment yang dinilai bersamaan, misal, ada di tingkat mana kemampuan Anda berbahasa Inggris saat ini (attainment) dan bagaimana potensi Anda untuk berkembang lebih jauh pada kemampuan berbahasa Inggris tersebut (aptitude).

Aptitude (potensi untuk melakukan sesuatu hal): kemampuan individu untuk menggunakan ketrampilan/kecakapan tertentu sekaligus potensinya pada aspek yang dinilai di masa yang akan datang, misal seseorang yang mulai belajar bahasa Inggris dan cepat menangkap struktur dan grammar, namun belum mencapai level kecakapan (fluency), artinya pengetahuan orang tersebut belum mencukupi di level kecakapan, namun sudah menunjukkan potensi untuk mencapai level tersebut. Contoh yang lain, menilai kemampuan seseorang menjadi programmer komputer atau menilai kemampuan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, TPA (Tes Potensi Akademik).

Attainment (tingkat kemahiran saat ini):  tingkat atau level pengetahuan dan ketrampilan yang telah dicapai saat ini, misalkan nilai TOEFL 550. Contoh lain tes mengemudi (driving test), tes berbicara dalam bahasa asing.

Competency:  Sekumpulan pengetahuan, ketrampilan, karakteristik pribadi, dan pengalaman seseorang yang dinilai secara bersamaan, yang merupakan dasar penting seseorang untuk melakukan pekerjaan X di level posisi tertentu. Misalkan untuk memilih sales manager, salah satu kompetensi yang dinilai adalah kompetensi negosiasi, yang artinya sales manager tersebut memiliki pengetahuan sales yang tinggi, ketrampilan membujuk yang efektif, dan karakter pribadi yang optimis. Kumpulan kompetensi disebut model kompetensi yang dijadikan acuan dan kriteria untuk menilai apakah sales manager tersebut telah memenuhi kriteria minimal seorang sales manager.

Intelligence:  Sebuah tes yang mengukur cakupan kemampuan yang dimiliki seseorang. Apakah inteligensi hanya sebuah facet yang dapat diukur sebagai satu kesatuan (g factor) atau terdiri dari kemampuan yang terpisah-pisah yang kemudian digabung menjadi satu kemampuan, hingga sekarang masih menjadi perdebatan di kalangan pakar psikologi.

Skill:  Untuk negara-negara berbahasa Inggris digunakan sebagai istilah yang generik, ‘being good‘ dalam hal mengerjakan sesuatu, misal menggambar, menjahit atau bisa juga dikatakan ‘being good‘ dengan hal kata-kata atau teknologi. Di Indonesia diterjemahkan dengan kata kemahiran/kecakapan/ketrampilan.

StrengthSetiap “good point” yang dapat dipersepsikan. Misalkan seseorang dipersepsikan memiliki kekuatan dalam hitung-menghitung, artinya aptitude-nya kemungkinan juga tinggi untuk hal-hal yang bersifat matematika atau teknik. Contoh lain, seseorang memiliki sensitivitas yang tinggi dalam mendengarkan orang lain, artinya aptitude-nya untuk menangani pekerjaan yang berhubungan dengan orang kemungkinan juga tinggi dibandingkan untuk berhubungan dengan paper-work. Diluar istilah-istilah di atas, masih banyak istilah-istilah lain, seperti personality testingpersonality assessment, self-assessment dll, namun yang paling sering membingungkan memang istilah-istilah di atas. Semoga sekarang Anda tidak dibingungkan oleh istilah-istilah di atas lagi.

Rahasia mengatasi stress saat menjalani psikotes atau tes psikometri

Bagi Anda yang pernah menjalani psikotes atau tes psikometri mungkin pernah merasakan sakit perut, tangan tiba-tiba keringatan, detak jantung yang berlebihan, atau suasana hati yang tertekan saat bersiap menjalani psikotes. Anda tidak sendirian, sebagian besar orang mengalaminya. Bagaimana mengatasinya, inilah rahasianya :

  1. Ingat untuk sarapan atau makan sebelum tes dimulai. Ini penting agar tubuh Anda tidak menderita dan Anda bisa kosentrasi menjawab soal tanpa gangguan kelaparan.
  2. Bersikap setenang mungkin. Ingatlah kegelisahan pada tingkat tertentu adalah wajar
  3. Hindari memperlihatkan kegelisahan Anda. Anda harus tampak percaya diri karena perilaku Anda secara umum berada dalam pengamatan seperti halnya hasil tes Anda
  4. Jika tiba-tiba menghadapi masalah, yang pertama dilakukan adalah JANGAN PANIK. Jika panik, maka tubuh Anda akan bereaksi negatif sehingga Anda tidak bisa berpikir dengan tenang. Mintalah bantuan pengawas jika Anda menghadapi masalah, pengawas pasti akan membantu Anda.
  5. Nyamankan diri Anda. Pelajari teknik-teknik relaksasi atau visualisasi yang sesuai dengan diri Anda untuk meredakan ketegangan (Anda dapat pelajari dari buku-buku relaksasi/visualisasi yang ada di toko buku)
  6. Buat posisi dimana Anda berada menjadi senyaman mungkin. Misal jika meja atau kursi Anda bergoyang, cari kertas untuk mengganjalnya.
  7. Bekerjalah seefisien mungkin. kerjakan cepat, namun tidak terburu-buru.
  8. Hindari membuang-buang waktu dengan mencari soal “jebakan” karena Anda tidak bisa menemukannya dengan mudah.
  9. Ingatlah makin banyak soal yang Anda kerjakan, makin besar kemungkinan Anda mendapatkan nilai tinggi.
  10. Sesekali pandanglah sekeliling Anda, ambil napas dalam-dalam, pejamkan mata, dan luruskan kaki. Ini akan membantu meredakan ketegangan yang timbul dalam diri Anda.
  11. Jangan putus asa jika pertanyaan terasa sulit. Pertanyaan itu mungkin sama sulitnya bagi orang lain.
  12. Jangan cemas jika pesaing Anda tampak bekerja lebih cepat ketimbang Anda. Tidak ada jaminan bahwa jawaban mereka benar.
  13. Jika Anda merasa tidak enak badan, katakan pada pengawas. Tidak ada untungnya diam dalam penderitaan.
  14. Jangan terlalu memaksa diri. Percayalah Anda telah melakukan hal yang terbaik.
  15. Selalu berpikir positif. Pikiran positif membuat tubuh Anda bereaksi positif, timbal baliknya adalah Anda menjadi nyaman dengan situasi atau kondisi yang ada.

Selamat menjalani tes psikometri. Sukses untuk Anda.

Our Partner