Kecerdasan emosional atau emotional quotient (EQ) menjadi salah satu skill yang penting dikuasai untuk sukses berkarir. EQ membantu kita menghadapi tantangan emosional sehari-hari. Memiliki kecerdasan emosional yang tinggi dapat menjadikan seseorang untuk lebih mengenal, memahami, serta mengelola emosi secara efektif dalam berbagai situasi.

Orang yang memiliki kecerdasan emosi yang baik dikenal sebagai orang yang sehat secara mental. Mampu menghadapi tekanan kerja, lebih produktif, dan memiliki hubungan baik dengan semua orang di lingkungan kerjanya.

Berikut ini cara meningkatkan kecerdasan emosional dalam bekerja:

1. Latih pengendalian diri

Dalam kecerdasan emosional, pengendalian diri sangat dibutuhkan terutama saat menghadapi situasi sulit dan tidak terduga, seperti konflik, stres, atau tekanan kerja. Dengan berlatih pengendalian diri, kita dapat bertindak secara tepat dalam menghadapi berbagai situasi yang kompleks dan bersikap sewajarnya terhadap semua emosi yang dirasakan.

Namun, perlu diingat pengendalian diri bukan berarti menekan atau menahan emosi, tapi tahu kapan dan bagaimana mengekspresikan emosi secara tepat. Meskipun tidak mudah, karena tidak semua orang punya kontrol atas semua emosi yang dirasakan, sebisa mungkin untuk tetap bersikap wajar terhadap semua situasi emosional yang menghampiri.

2. Mengenali emosi diri sendiri

Memahami dan mengenali emosi diri sendiri secara baik dan akurat merupakan hal yang penting untuk meningkatkan kecerdasan emosional. Mengenal emosi diri sendiri bisa dimulai dari memahami jenis emosi yang dirasakan atau dialami, apakah sedang marah, sedih, bahagia, malu, dan lain sebagainya. Amati dan perhatikan setiap perubahan emosi, suasana hati, dan pola perilaku dari waktu ke waktu agar lebih paham dan mengenal karakter emosi diri sendiri.

Salah satu cara mengenali emosi diri sendiri yaitu, melakukan refleksi diri. Luangkan waktu secara rutin untuk bertanya pada diri sendiri apa yang sedang dirasakan saat ini, atau apa yang dirasakan setelah menghadapi situasi emosional. Renungkan bagaimana kita bereaksi saat itu, apakah reaksi yang lakukan tepat atau tidak, lalu apa yang bisa diperbaiki untuk kedepannya. Dengan demikian, kita dapat memahami apa saja yang memicu emosi tersebut dan mengelolanya dengan lebih baik. Jadi, mulai sekarang coba untuk lebih sadar akan perasaan yang muncul dari dalam diri sendiri.

3. Hindari bersikap reaktif

Bersikap reaktif berarti merespon situasi secara impulsif, tanpa pikir panjang dan cenderung emosional, serta mengabaikan dampak jangka panjang. Apalagi jika dihadapkan pada situasi sulit yang memicu emosi dan merusak suasana hati, kita cenderung bersikap reaktif. Namun, untuk meningkatkan kecerdasan emosional bersikap reaktif harus dihindari. Bersikap reaktif tidak dapat menyelesaikan masalah, bahkan bisa menyulut masalah-masalah baru.

Untuk menghindari bersikap reaktif kita perlu melatih diri melakukan teknik relaksasi, seperti menarik napas dalam-dalam atau meminum segelas air untuk membuat pikiran lebih jernih dan tenang.  Dengan tidak bersikap reaktif, kita dapat menjaga hubungan yang lebih baik, membuat keputusan yang lebih rasional, dan mengelola konflik secara efektif.

4. Berpikir positif dan terbuka

Memiliki pemikiran yang positif dan terbuka menjadi salah satu aspek yang dapat membantu meningkatkan dan melatih kecerdasan emosional. Meskipun tidak mudah untuk berpikir positif saat emosi menguasai diri, kita wajib untuk mencobanya. Cara seseorang berpikir dan bertindak dalam menghadapi setiap situasi dapat menentukan tingkat kecerdasan emosionalnya.

Selain itu, memiliki pemikiran yang positif dan terbuka juga dapat memudahkan kita untuk maju dan berkembang. Contoh, saat menerima kritik atau saran dari orang lain, orang yang cerdas secara emosional cenderung menerima masukan tersebut, dan menjadikannya sebagai peluang untuk belajar dan berkembang.

5. Bangun budaya kerja yang positif dan mendukung

Melatih kecerdasan emosional di tempat kerja juga dapat dilakukan dengan cara membangun budaya dan lingkungan kerja yang positif. Budaya kerja yang positif dan saling mendukung, merupakan poin penting yang mempengaruhi kecerdasan emosional seseorang saat bekerja. Membangun budaya kerja yang positif dapat dimulai dari membangun komunikasi terbuka, meningkatkan empati dan dukungan, serta belajar manajemen konflik yang baik. Terciptanya lingkungan dan budaya kerja yang ideal dapat membuat para pekerja merasa dihargai, didukung, dan termotivasi untuk memberikan yang terbaik dan meningkatkan kepercayaan diantara para pekerja.

Leave A Comment

Our Partner